Pasca SPC (1)

Assalamualaikum
     Selamat pagi semuanya. Pagi pagi pagi,luar biasa tetap semangat. Alhamdulillah akhirnya aku bisa menulis kembali di blog ini setelah beberapa hari vacum saat SPC. Baiklah langsung aja ya kali ini aku akan langsung menceritakan pengalamanku selama SPC.  
         Pagi itu aku sudah mulai packing barang-barang yang harus di bawa saat SPC sambil ku cek ulang apakah masih ada yang kurang atau enggak. Ku masukkan baju, training, batik, alat mandi,dan beberapa obat-obatan pribadi. Begitu pula dengan teman-temanku yang lain pun juga mempersiapkan keperluannya selama SPC. Kemudian sore harinya jam 16.30 WIB pun aku dan teman-teman pergi ke stasiun Kota Baru Malang Naik Grab Car Rp.19.000 sehingga iuran tiap etoser ikhwan 5000. Sedangkan beberapa saat kemudian etoser akhwat pun juga sampai di stasiun Kota Baru, Malang. Namun, ada yang kurang. Alawy belum datang ke stasiun. Wadaw bagaimana ini sedangkan sebentar lagi keretanya berangkat. Dengan harap-harap cemas akhirnya Alawy pun datang dengan naik grab motor. Alhamdulillah akhirnya 8 orang etoser malang pun sudah lengkap dan siap berangkat ke Semarang. Semarang I Am comming.

             Sesampai di dalam kereta pun kami segera duduk di bangku yang telah di pesan. Dan seperti biasa stop kontak di dinding kereta pun sangat berfungsi untuk mengisi ulang baterai HP. Kami pun mulai ngobrol seputar kehidupan masa-masa SMA dulu, pengalaman selama menjadi etoser dan berbagai persiapan menuju SPC. Kami juga hafalan yel-yel dan jargon. Hingga cukup malam kami ngobrol . Sesampai di stasiun Madiun pun kereta apinya berhenti agak lama sehingga aku pun turun dari kereta untuk membeli pop mie untuk menghangatkan diri yang mulai kedinginan tertiup angin malam. Aku pun segera masuk ke dalam kereta supaya tidak ketinggalan kereta karena masih lumayan jauh kalau jalan kaki dari Stasiun madiun ke stasiun Tawang Semarang. Dan satu persatu pun mulai terlelap dalam mimpinya. Namun,tidak denganku. Entah mengapa begitu sulit bagiku untuk memejamkan mata. Padahal tidak ada hal berat yang ku pikirkan. Apakah ini efek aku tidur siang terlalu lama ya? Hmm,bisa jadi. Namun, aku tetap berusaha untuk tidur walaupun sekitar jam 00.00 wib aku baru bisa tidur sambil duduk di kursi kereta api. 
        Detik demi detik pun berlalu. Akhirnya pada jam 02.30 WIB kami pun telah sampai di stasiun Tawang Semarang. Sehingga aku dan teman-teman pun segera turun dari kereta api. Sesampai stasiun Tawang pun kami bertemu dengan Apriyani etoser UGM. Lalu kami berjalan menuju depan alfaexpress sambil menunggu jemputan dari kak Adit selaku panitia penjemputan etoser. Dan beberapa menit kemudian kami pun bertemu dengan etoser banten dan jakarta. Wah,bertambah seru deh. Tak lama kemudian kami pun bertemu dengan kak Adit dan kami pun segera masuk ke bis penjemputan. Perjalanan dari stasiun tawang ke amanda hills pun memakan waktu seputar 1,5 jam. Sehingga kami sampai di amanda hills jam 04.30 WIB. Di sepanjang perjalanan tadi kampun saling memperkenalkan diri dan ngobrol dengan etoser dari wilayah lain. Namun,satu persatu dari kami pun mulai tertidur karena memang masih malam. Ku rasakan suhu dingin mulai menusuk sendi-sendi tulangku. 1,5 jam kemudian kami pun telah sampai di villa amanda hills. Villa ini berada di atas gunung di daerah bandungan sehingga suhunya dingin sekitar 12 derajat celcius. Suhunya dingin seperti sikap dia. Eh eh dilarang baper. Suhunya lebih dingin daripada suhu Malang, ya hampir sama sih. Karena suhunya dingin maka Pak Shobari pun memimpin senam pagi ini agar suhu badan kami meningkat dan tidak terlalu kedinginan. Alhamdulillah setelah senam pagi kami pun tidak terlalu kedinginan lagi. Lalu setelah sholat shubuh,kami pun datang ke meja registrasi untuk mendata jam kedatangan, mengambil kaos dan melihat pembagian kamar. dan ternyata tiap etoser kamarnya di pisah pisah dengan etoser dari wilayah lain supaya saling mengenal satu sama lainnya. Dan ternyata aku mendapat kamar Gardenia 521. Aku dan teman-teman yang lain pun sama-sama belum tau dimana letak kamarnya. Sehingga kami pun di antar oleh panitianya ke kamar kami masing-masing. Ternyata cukup jauh juga kalau jalan kaki. Kamarku berjarak sekitar 100 meter dari tempat registrasi. Nggak apa-apalah disyukuri saja setiap hari bisa olahraga jalan dari kamar ke tempat apel. Wah, ternyata kamarku bersebelahan dengan kamarnya alawy. Aku pun main dulu ke kamar alawy gardenia 522. Ternyata kamarnya diluar ekspetasi, sungguh mewah. Ada 4 spring bed,selimut tebal, shower,hiter air hangat, heater pemanas air , dan juga TV.  Aku pun tertidur di pagi hari setelah semalaman kurang bisa tidur selama di kereta api. Sejenis membayar hutang tidur hehe. Siang harinya pun pun aku terbangun dan makan roti yang ku bawa tadi. Aku masih di kamar sendirian karena teman-teman sekamarku belum datang. Namun,tiba-tiba ku dengar suara pintu belakang pelan dan bergetar. Aku pun mulai penasran padahal aku di kamar sendirian. Dan aku tidak menyentuh pintunya tapi kenapa pitunya bersuara dan bergetar. Jangan-jangan ada..... ah enggak-enggak. Aku harus tenang. Aku cek pintu belakang dan ternyata pintu belakangnya belumterkunci dan tidak tertutup dengan rapat sehingga bersuara dan bergetar saat tertiup angin yang cukup kencang. Huh,terobati sudah penasaranku. Lalu aku pun segera makan siang dengan nasi kotak yang sudah di sediakan oleh panitia. Lalu aku pun jalan-jalan naik turun tangga dan akhirnya sampailah di tempat registrasi. Oh iya aku lupa belum cerita. Tadi pagi semua lampu di kamarku nggak ada satu pun yang bisa dinyalakan. Aku pun bingung kenapa kok gitu Apakah listriknya mati? tapi kalo listriknya mati maka lampu di semua kamar pun tidak bisa dinyalakan. Aku pun mengingat cara menyalakan lampu di kamar alawy tadi. Dan aku pun menemukan sebuah kotak berlubang danbertulis key power. Jadi kuncinya harus di tancapkan lubang itu supaya bisa menyalakan listrik. Tapi listriknya tetap saja tidak menyala. Akhirnya aku baru sadar kalau kunciku nggak ada stiknya. Padahal stik itu yang bisa buat mengganjal tombol di dalam kotak itu supaya listriknya menyala. Akhirnya aku pun kembali ke tempat registrasi dan meminta sik. Akhirnya kunciku di pasang stik dan bisa deh buat menyalakan lampunya. Aku pun mulai mencoba berbagai tombol lampu,tombol listrik TV dan tombol lain-lain supaya aku hafal masing masing tombolnya.
       Lalu sore harinya Roni etoser Semarang pun datang. Yah jadinya Roni bertemu dengan roni hehe. Kalo aku Sya'roni kalo etos semarang Afroni. Kami pun mulai saling berkenalan,ngobrol-ngobrol. Lalu sehabis isya'pun ada acara pembukaan Sociopreneur camp di lantai 3 dekat tempat registrasi. Kemudian malam harinya pun Taufik Suganda etoser Medan dan Rizki Rahman etoser padang baru datang. Dan di awal acara pun.......


Tunggu tulisan selanjutnya.

Lebih baru Lebih lama