Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.
Selamat Pagi semuanya.
Kali ini admin akan menuliskan pengalaman admin selama mengikuti kegiatan wisata Alam Ramadhan bersama Dompet Dhuafa Jawa Timur.
Apa yang terpikirkan ketika sedang berada di bulan puasa? Lemes? Lapar? Mengantuk? Mager dan tidur seharian?
Wah, pasti rugi sekali ya apabila bulan ramadhan yang penuh pahla dan ampunan hanya kita habiskan dengan bermalas-malasan seharian. Padahal belum tentu tahun depan kita masih bisa bertemu dengan bulan ramadhan.



Di tempat tersebut juga terdapat sebuah vila yang terdiri dari 2 lantai sebagai tempat utama pelaksanaan kegiatan Wisata Alam Ramadhan. Acara di mulai dengan pembukaan oleh MC yaitu Mbak Riski dan Debby. Kemudian di lanjutkan dengan tilawah oleh mas Masykur Huda dan sambutan dari Bapak Kholid selaku pimpinan cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur. Lalu di lanjutan oleh Prof Cholicul Hadi dan pemateri oleh Pak Dinar Ahadi.

Quiters adalah seseorang yang memiliki keinginan yang besar namun mudah menyerah dan tidak ada keinginan untuk memperjuangkan keinginan tersebut.
Campers adalah seseorag yang mau memperjuangkan keinginan yang di milikinya namun ia berhenti di tengah jalan karena terjebak pada zona nyaman. Sehingga ia tidak melanjutkan perjalannya padahal sedikit lagi ia telah sampai di puncak.
Climbers yaitu seseorang yang mau berjuang sampai puncak pencapaiannya sehingga ia tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tidak pula terjebak oleh zona nyaman.
Lalu coba evaluasilah diri kita masing-masing. Kita termasuk bagian yang mana? Apakah kita masih termasuk Quiters yang mudah menyerah? Campers yang terjebak zona nyaman ataukah Climbers yang mau berjuang sampai akhir? Kita harus berhati-hati dalam menentukan pilihan agar tidak salah dalam memilih. Karena ketiga pilihan tersebut menggambarkan bagaimana sikap kita dalam menjalani kehidupan.
Kemudian materi di lanjutkan tentang evaluasi amalan kita di bulan ramadhan. Bagaimanakah amal yaumi Ramadhan kita di bulan ini?

Apakah ramadhan kita tahun ini kita sama saja dengan ramadhan kita tahun kemarin? Apakah kita sudah termasuk orang yang Merugi?

Coba kita intropeksi diri dan kita cek amal yaumi kita. Jangan-jangan kita termasuk orang yang celaka karena mengalami penurunan amal yaumi saat ramadhan, sengan berbagai alasan sibuk, mager, tidur dan lainlain kita pun menjadi malas-malasan. Padahal belum tentu tahun depan kita masih bisa berjumpa dengan bulan ramadhan. Jadi kita tidak boleh menyia-nyiakan bulan ramadhan ini. Kita harus berusaha sebaik mungkin agar bulan ramadhan ini bisa lebih baik daripada bulan ramadhan tahun lalu sehingga kita tergolong orang-orang yang beruntung. Aamiin.
Selanjutnya acara di lanjutkan dengan istirahat menjelang berbuka puasa dan sholat maghrib. Kami berbuka puasa dengan pepes, tahu, telur , sayuran dan kurma. Ini adalah pertama kalinya saya berbuka puasa dalam acara yang di selenggarakan oleh Dompet Dhuafa Jawa Timur. Selanjutnya di lanjutkan dengan sholat tarawih dan tadarus Al Quran.

Di malam hari yang suhunya semakin menusuk tulang pun kami tidak langsung berselimut tebal. Kami ke luar ruangan dan berjalan-jalan ke jalan raya yang agak gelap. Hanya terdapat cahaya bulan yang menerangi jalan raya. Kami mengamati sekaliling kami dan tampatlah pepohonan, kerlip lampu di lereng gunung, tanjakan dan turunan kemudian ada kerikil dan pepohonan. Kami pun berusaha untuk tadabur alam atau mengambil sebuah pelajaran dari alam sekitar. Dan ternyata banyak sekali pelajaran yang kita dapatkan dari tadabur alam tersebut antara lain :
1. Ribuan kerlip lampu di pegunungan hanya mampu menerangi wilayah sekitarnya saja, sedangkan wilayah lainyang jauh dari lampu tersebut tetap gelap. Sedangkan di langit terdapat 1 bulan yang mampu menerangi seluruh daratan yang berada di bumi. Hal ini membuktikan tentang kekuasaan Allah SWT yang mampu menciptakan sesuatu yang besar dan memberikan manfaat bagi ciptaanya serta berkuasa menciptakan sesuatu yang tidak dapat ditiru oleh manusai. Misal manusia ingin menciptakan lampu sebesar bulan. Maka berapa triliun watt yang harus di gubakan? Kabelnya di letakkan dimana? Yang membiayai listriknya siapa? tentulah manusia tidak akan mampu membuatnya. Sehingga kita harus banyak bersyukur kepada Allah terhadap kekuasaan Allah yang telah memberikan banyak fasilitas hidup secara gratis terhadap kita.
2. Disepanjang perjalanan terdapat jalan lurus, belokan, turunan dan tanjakan. Terdapat banyak hal-hal berbeda yang kita temui. Drai hal ytersebut saya pun membayangkan jika semua jalan itu sama lurus semua dan tidak ada belokan, turunan dan tanjakan. Tentulah perjalanan akan terasa sangat membosankan. Begitu pula kehidupan ini. Jika kehidupan ini senang terus, lancar terus tentulah kehidupan akan terasa hampa, membosankan dan tidak bisa memiliki rasa peduli terhadap orang lain. Sehingga dengan adanya kesulitan yang kita hadapi maka kita pun dapat bersabar dan berempati kepada orang lain. Dengan adanya kemudahan , kenikmatan maka kita pun dapat bersyukur dan mampu menolong orang lain.
3. Ketika sore hari kita sangat menikmati udara sejik, namun beberapa bunga layu. Dan di malam hari kita merasa kedinginan. Namun, beberapa bunga tampak segar. dari hal itu akhirnya kita pun belajar bahwa terkadang kita mengeluhkan keadaan yang sedang kita jalani. Padahal bisa jadi diluar sana banyak sekali orang yang ingin sekali berada di posisi kita. Kita mendapatkan kenikmatan yang belum tentu di dapatkan oleh orang lain. namun, kita tidak menyadarinya.
Dan masih banyak sekali pelajaran hidup yang dapat kita tadaburi dari fenomena alam sekitar. Tergantung apakah kita akan peka terhadap fenomena tersebut lalu bermuhasabah diri agar lebih baik ataukah kita cuek terhadap fenomena tersebut dan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja.
Malam pun semakin larut dan akhirnya kami beristirahat di kamar masing-masing. Jam 3 pagi dibangunkan untuk qiyamul lail, makan sahur dan persiapan untuk sholat subuh. Kami pun berusaha untuk tidak tidur setelah sholat subuh karena hal itu kurang baik. Setelah bersih-bersih kami pun melanjutkan dengan kegiatan menanam seledri.







Sekian tulisan kali ini. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya ya.
Wassalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.